
Judul : PANDUAN PENYUSUNAN PERANGKAT SPMI DAN IMPLEMENTASI PPEPP PERGURUAN TINGGI
Karya : Prof. Prihandoko, S.Kom.,MIT, Ph.D, Prof. Dr. rer. nat. Achmad Benny Mutiara, Q.N., S.Si, S.Kom (Ketua Umum APTIKOM), Prof. Husni Teja Sukmana S.T., M.Sc, Ph.D. (Sekjen APTIKOM), S.Kom, MIT, Ph.D., Prof. Ir. Paulus Insap Santosa, M.Sc., Ph.D., Dr. Tien Fabrianti Kusumasari, S.T., M.T., Dr. Hanny Hikmayanti Handayani, S.Kom., M.Kom., Wisnu Uriawan, S.T., M.Kom., Ph.D., Dr. Sri Agustina Rumapea, S.Kom., M.T., Dr. Setia Wirawan, S.Kom., MMSI, Safara Cathasa Riverinda Rijadi, S.T., M.T., Fitriyana Dewi, S.Kom., M.Kom
Ukuran tinggi buku : 21 cm (Format : A4 (21 x 29,5 cm)) –
Jumlah halaman : viii + 189 halaman
Cetakan : Pertama
Isi buku : Non Penelitian
ISBN : (sedang dalam pengajuan)
Sinopsis/Subject :
Buku ini menyajikan panduan komprehensif dan operasional bagi perguruan tinggi untuk merancang, menyusun, dan mengimplementasikan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) yang selaras dengan regulasi nasional dan instrumen akreditasi (BAN-PT/LAM) serta peka terhadap konteks kampus di Indonesia. Materi disusun agar pembaca dapat bergerak mulus dari fondasi konsep ke praktik harian—dengan peran setiap unit yang jelas, alur kerja yang rapi, dan keterlacakan bukti yang kuat.
Bab 1 berfungsi sebagai pedoman arsitektural SPMI. Di sini ditegaskan prinsip dan nilai mutu, tata kelola dan pembagian peran antarunit (LPM/LPMI, fakultas, prodi, laboratorium, dan unit pendukung), serta hubungan SPMI dengan perencanaan strategis, penganggaran, pengelolaan SDM, dan pelaporan kinerja. Bab ini juga menjelaskan logika penetapan standar yang terukur dan dapat diverifikasi, kerangka pengelolaan risiko mutu, serta integrasi proses dengan siklus PPEPP dan kebutuhan SPME—sehingga seluruh kebijakan, prosedur, dan eviden di bab berikutnya berjalan pada koridor yang konsisten.
Bab 2 memformalkan Kebijakan Mutu SPMI sebagai payung tata kelola: arah, prinsip, ruang lingkup tridarma, sasaran dan indikator strategis, struktur organisasi mutu beserta kewenangan dan mekanisme koordinasi, serta strategi sosialisasi dan peninjauan berkala. Kebijakan dirancang agar mudah dioperasionalkan, terhubung ke sistem perencanaan dan penganggaran, dan menjadi acuan ketika melakukan monitoring, audit, maupun pengambilan keputusan berbasis data.
Bab 3 merupakan Pedoman PPEPP yang mengoperasionalkan Penetapan–Pelaksanaan–Evaluasi–Pengendalian–Peningkatan secara runtut. Selain menjelaskan peran, jadwal, dan prosedur, bab ini menyediakan instrumen praktis (AMI, monev, daftar tilik, format laporan, dan rencana tindak lanjut) serta menggambarkan data pipeline untuk indikator kinerja. Hasil evaluasi dan pengendalian diarahkan menjadi umpan balik terstruktur agar peningkatan mutu terjadi nyata, terdokumentasi, dan siap diaudit.
Bab 4 menghimpun Standar Mutu SPMI untuk area akademik dan nonakademik—pendidikan, penelitian, pengabdian, tata kelola, SDM, sarpras, layanan kemahasiswaan, kemitraan, dan aspek pendukung lainnya. Setiap standar disajikan dengan pernyataan yang jelas, indikator dan target terukur, bukti yang diperlukan, frekuensi pengukuran, serta keterkaitan dengan kriteria pemenuhan akreditasi. Tersedia contoh dan templat agar standar mudah diadopsi pada level universitas, fakultas, dan program studi.
Bab 5 memastikan pendokumentasian dan sistem informasi mutu berjalan rapi dan aman: arsitektur dan hierarki dokumen, penomoran dan versi, kontrol perubahan, retensi dan kearsipan, pengelolaan akses, hingga pemanfaatan repositori digital, audit trail, dan dasbor indikator. Dengan pengelolaan dokumen yang baik, keterlacakan bukti terjaga dan kesiapan audit—baik AMI maupun akreditasi eksternal—menjadi lebih cepat dan efisien.
Dirancang dengan sistematis, contoh kerja yang konkret, dan perangkat praktis (template, checklist, alur proses), buku ini menjadi rujukan tepercaya bagi pimpinan perguruan tinggi, LPM/LPMI, GKM/UPM Prodi, auditor internal, dan tim akreditasi. Tujuannya sederhana namun esensial: membantu kampus membangun budaya mutu yang hidup, memastikan kepatuhan regulatif, dan mendorong peningkatan kinerja yang berdampak bagi mahasiswa serta pemangku kepentingan.
